Refleksi Forum Tanya Jawab 64 : Burung di
Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari
Jika di
ibaratkan kedalam waktu, maka dunia pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi
dua, yaitu dunia pagi atau inovatif dan dunia sore atau tradisional. Persoalan
yang dihadapi oleh dunia sore dan dunia pagi sangat berbeda. Masing-masing
dunia mempunyai masalahnya sendiri-sendiri.
Dalam dunia
petang atau pendidikan tradisional kita seringkali meragukan kemampuan siswa.
Dalam hal ini tingkat keaktifan siswa sangat rendah, siswa hanya menjadi objek
bagi guru. Jika seperti ini terus menerus maka intuisi siswa tidak berkembang
dan siswa akan terpaku pada apa yang disampaikan oleh gurunya. Para gurupun
kurang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplor kemampuan mereka.
Sehingga secara tidak langsung siswa akan terpaku pada guru, sedangkan guru
terpaku pada kurikulum yang harus diberikan pada siswa. Proses pembelajaranpun
akan seperti sebuah penjara begi para siswa. Siswa tidak merasa bahwa
pembelajaran itu menyenangkan melainkan pembelajaran itu sebagai sebuah momok
yang menakutkan.
Sedangkan di
dunia pendidikan pagi para siswa seharusnya diberikan keleluasaan untuk
mengeksplor apa yang ada di dalam dirinya. Pengetahuan mereka dibebaskan untuk
berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa tanpa siswa merasa
terbebani dengan pembelajaran. Adanya dunia pagi, memberikan keleluasan bagi
para siswa. Ini dikarenakan para guru lebih terfokuskan pada pelayanan yang
maksimal pada siswa. Sehingga tidak mengherankan jika sebenarnya dan sudah
kodratnya para siswa dapat menentukan kurikulumnya sendiri.
Dalam proses
menjadi pembelajaran yang inovatif memang tidak mudah perlu
pembiassaan-pembiasaan. Walaupun di Indonesia belum begitu teraplikasi dengan
baik pembelajaran inovatifnya semoga beberapa tahun kedepan pembelajaran
inovatif dapat dilaksanalkan di Indonesia dengan baik. Sehingga dalam proses
pembelajaran tidak terlihat lagi wajah muram di raut muka anak-anak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar