Selasa, 23 April 2013




Refleksi Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari

Jika di ibaratkan kedalam waktu, maka dunia pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu dunia pagi atau inovatif dan dunia sore atau tradisional. Persoalan yang dihadapi oleh dunia sore dan dunia pagi sangat berbeda. Masing-masing dunia mempunyai masalahnya sendiri-sendiri.
Dalam dunia petang atau pendidikan tradisional kita seringkali meragukan kemampuan siswa. Dalam hal ini tingkat keaktifan siswa sangat rendah, siswa hanya menjadi objek bagi guru. Jika seperti ini terus menerus maka intuisi siswa tidak berkembang dan siswa akan terpaku pada apa yang disampaikan oleh gurunya. Para gurupun kurang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplor kemampuan mereka. Sehingga secara tidak langsung siswa akan terpaku pada guru, sedangkan guru terpaku pada kurikulum yang harus diberikan pada siswa. Proses pembelajaranpun akan seperti sebuah penjara begi para siswa. Siswa tidak merasa bahwa pembelajaran itu menyenangkan melainkan pembelajaran itu sebagai sebuah momok yang menakutkan.
Sedangkan di dunia pendidikan pagi para siswa seharusnya diberikan keleluasaan untuk mengeksplor apa yang ada di dalam dirinya. Pengetahuan mereka dibebaskan untuk berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa tanpa siswa merasa terbebani dengan pembelajaran. Adanya dunia pagi, memberikan keleluasan bagi para siswa. Ini dikarenakan para guru lebih terfokuskan pada pelayanan yang maksimal pada siswa. Sehingga tidak mengherankan jika sebenarnya dan sudah kodratnya para siswa dapat menentukan kurikulumnya sendiri.
Dalam proses menjadi pembelajaran yang inovatif memang tidak mudah perlu pembiassaan-pembiasaan. Walaupun di Indonesia belum begitu teraplikasi dengan baik pembelajaran inovatifnya semoga beberapa tahun kedepan pembelajaran inovatif dapat dilaksanalkan di Indonesia dengan baik. Sehingga dalam proses pembelajaran tidak terlihat lagi wajah muram di raut muka anak-anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar