Minggu, 28 April 2013
Rabu, 24 April 2013
Refleksi Elegi Bagaimana Matematikawan Mengusir Setan?
dari artikel di atas, saya mendapatkan pemahaman baru ternyata matematika dapat diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari. dalam hidup juga tak selamanya mulus, hidup ini selalu ada saja godaan dan cobaan yang menerpa memang benar istilah semakin tinggi pohon angin yang bertiup akan semakin kencang. kita harus tawakal, ikhtiar dan harus selalu ngat kepada Allah S.W.T, agar kita tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif.
Refleksi
Elegi Pemberontakan Para Mitos
Setelah membaca artikel tersebut, saya mendapatkan tambahan ilmu. bahwa
tidak selamanya mitos itu bersifat negatif. seperti yang sudah dicontohkan dalam
kehidupan beragama pun hakikatnya adalah mitos. hakikatnya mitos itu adalah
tidak memahami apa yang ada dan mungkin ada. seorang anak kecilpun sebenarnya
belajar melalui mitos karena anak tersebut belum bisa membuktikan apa yang dia
pelajari. anak tersebut hanya meyakini dari apa yang dikatakan oleh buya.logos
dapat diartikan sebagai usaha. Jika kita ingin berfilsafat maka kita harus
menyambungkan keduanya, sehingga kita seharusnya mecoba untuk memahami tentang
apa yang kita lakukan.
Refleksi Elegi Pemberontakan Para Sombong
Sombong idnentik dengan perilaku negatif, bahkan biasanya masyarakat selalu memandang sombong dengan perilaku negatif. Padahal sombong dapat diaplikasikan kedalam perilaku positif. Sombong sendiri sebenarnya dapat kita gunakan untuk kebaikan. jadi semua yang kita lakukan, baik itu sombong atau apapun tergantung dari bagaimana kita dalam memandngnya dan memanfaatkannya.
Refleksi Hermeneutika Hidup_oleh Marsigit
Dari gambar tersebut terlihat bahwa, hidup dapat diperumpamakan seperti
sebuah garis. artinya hidup tidak kan pernah terulang. seperti halnya sebuah
sejarah yang tidak akan pernah berulang, meskipun dapat berulang tapi tidak
akan pernah berulang dalam waktu yang sama. Hidup juga seperti lingkaran yang
akan terus berputar seperti pagi yang nantinya akan bertemu dengan pagi hari
kembali. sesuatu yang pernah berada di atas nantinya juga akan kembali kebawah,
seperti guru yang akhirnya kembali ke bawah untuk menjemput para anak didiknya.
Sebaaik-baiknya hidupadalah yang memiliki nilai ibadah didalamnya, diharapkan
dengan adanya hermenitika inikita dapat mengambil manfaat darinya.
Selasa, 23 April 2013
Mathematics and Language 8
Dalam memberikan
materi matematika, seharusnya kita tidak boleh memaksakan sesuai apa yang kita
fikirkan, apa kehendak kita. Dalam berkomunikasi matematika ada 2 jalan yaitu
komunikasi matematika horizontal dan vertikal. Komunikasi matematika vertikal
digunakan untuk matematika murni, atau matematika pelajar dewasa. Sebaiknya bahasa
yang digunakan untuk matematika anak muda, tetap menggunakan matmatika dunia anak
muda. Sehingga matematikawan muda dapat dengan mudah untuk memahami.
Refleksi Forum Tanya Jawab 64 : Burung di
Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari
Jika di
ibaratkan kedalam waktu, maka dunia pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi
dua, yaitu dunia pagi atau inovatif dan dunia sore atau tradisional. Persoalan
yang dihadapi oleh dunia sore dan dunia pagi sangat berbeda. Masing-masing
dunia mempunyai masalahnya sendiri-sendiri.
Dalam dunia
petang atau pendidikan tradisional kita seringkali meragukan kemampuan siswa.
Dalam hal ini tingkat keaktifan siswa sangat rendah, siswa hanya menjadi objek
bagi guru. Jika seperti ini terus menerus maka intuisi siswa tidak berkembang
dan siswa akan terpaku pada apa yang disampaikan oleh gurunya. Para gurupun
kurang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplor kemampuan mereka.
Sehingga secara tidak langsung siswa akan terpaku pada guru, sedangkan guru
terpaku pada kurikulum yang harus diberikan pada siswa. Proses pembelajaranpun
akan seperti sebuah penjara begi para siswa. Siswa tidak merasa bahwa
pembelajaran itu menyenangkan melainkan pembelajaran itu sebagai sebuah momok
yang menakutkan.
Sedangkan di
dunia pendidikan pagi para siswa seharusnya diberikan keleluasaan untuk
mengeksplor apa yang ada di dalam dirinya. Pengetahuan mereka dibebaskan untuk
berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa tanpa siswa merasa
terbebani dengan pembelajaran. Adanya dunia pagi, memberikan keleluasan bagi
para siswa. Ini dikarenakan para guru lebih terfokuskan pada pelayanan yang
maksimal pada siswa. Sehingga tidak mengherankan jika sebenarnya dan sudah
kodratnya para siswa dapat menentukan kurikulumnya sendiri.
Dalam proses
menjadi pembelajaran yang inovatif memang tidak mudah perlu
pembiassaan-pembiasaan. Walaupun di Indonesia belum begitu teraplikasi dengan
baik pembelajaran inovatifnya semoga beberapa tahun kedepan pembelajaran
inovatif dapat dilaksanalkan di Indonesia dengan baik. Sehingga dalam proses
pembelajaran tidak terlihat lagi wajah muram di raut muka anak-anak.
Langganan:
Postingan (Atom)