Minggu, 19 Mei 2013



Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 6: Cantraka Sakti Berkonsultasi Kepada Muhammad Nurikhlas

Ilmu memang diperlukan tapi bukan segala-galanya. Tidak selamanya kita harus berkecimpung dengan ilmu yang ada di dunia, untuk mendapatkan keikhlasan semuanya harus dimulai dari hati. Ketika kita sudah berniat melakukan ssuatu maka lakukanlah sepenuh hati dengan iklas dan bersungguh-sungguh dalam melakukannya.


Reflekksi Elegi Ritual Ikhlas 4: Cantraka Sakti belum Ikhlas 

Menuntut ilmu memang wajib bagi semua muslim. Ilmu sendiri sangat bermanfaat bagi semua orang, namun ketika kita sudah berhubungan dengan kerohanian, Allah tidak akan pernah melihat seseorang dari jabatannya. Entah itu seorang lulusan magister, lulusan SMP. SMA, dan lain-lain, semuanya hanya amalannya yang berbeda. Ilmu yang ada di dunia memanglah penting namun harus tetap di imbangi dengan amal ibadah kita.

Rabu, 15 Mei 2013



Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 5: Cantraka Hitam Menguji Ilmu Hitamnya

Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Allah akan mengampuni hambanya yang mau bertaubat dengan sengguh-sungguh. Walaupun orang tersebut sudah melakuakn dosa besar (syirik), namun jika dia mau bertaubat dengan sungguh-sungguh dan tidak mengulanginya maka Allah akan mengampuni. Allah menyukai orang-orang yang mau bertaubat dan memohon ampun kepada-Nya. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa bertaubat dan mendapat hidayah-Nya aamiin.


Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 2: Persiapan Teknis 1
Ayu Restianingrum
12108241109
PGSD II F
Allah itu maha suci, maka Allah mencintai makhluknya yang suci. Ketika kita mendekat kepada Allah sebaiknya kita harus bersuci terlebih dahulu agar kita mendapatkan manfaat dari apa yang kita pelajari. Dalam beribadah Allah tidak pernah membedakan antara si kaya si miskin si cantik si ganteng dan sebagainya. Allah hanya melihat bagaimana orang tersebut mencari ridonya. Allah hanya membedakan amal ibadahnya, dan keikhlasan dalam orang tersebut berbadah di jalan Allah.


 Refleksi Elegi Ritual Ikhlas 3: Persiapan Teknis 2
 
Allah tidak pernah membeda-bedakan antara orang yang satu dengan yang lain. Raja, doktor,profesor, mahasiswa, jendral, guru, pelaut, buruh, petani, pelayan, apapun pekerjaannya apapun pangkatnya dimata Allah hanya amal dan keikhlasannya yang membedakan satu orang dengan yang lain. Jadi ketika kita sedang beribadah kita harus melepas semua jabatan kita, kita hanya fokus pada ibadah apa yang sedang kita lakukan dan melkukannya dengan ikhlas. Hal ini karena Allah tidak pernah melihat dari sisi tersebut. Seperti kata Alm. Uje “Belum tentu kita yang memiliki pangkat lebih baik dimata Allah dibanding dengan mereka yang tidak karena Allah punya penilaian tersendiri terhadap kita.” Dalam hidup kita hanya berusaha untuk menjadi lebih baik. Semoga kita senantiasa di jalan Allah aamiin.