Minggu, 24 Maret 2013




Refleksi Mathematics and Language 2

 



Seorang guru matematika harus memperbanyak pengetahuannya akan matematika. Jika tidak, maka guru tersebut sama saja dengan miskin matematika. Dalam proses pembelajaran seorang guru tidak boleh memaksakan apa yang menurut mereka. Misalnya matematika itu indah, namun itu menurut guru bukan menurut siswa. Jika itu terjadi hal ini akan buruk bagi siswa, karena kita memaksakan seperti yang kita inginkan. Akan lebih bagus jika para siswa sendiri yang mengatakan demikian tanpa adanya paksaan dari guru. Dalam kehidupan nyata masih banyak guru yang memaksakan pendapatnya. Sehingga siswa merasa seperti di penjara ketika proses pembelajaran berlangsung. Kini sebagai seorang guru tugas kita adalah bagaimana cara kita memfasilitasi belajar siswa, sehingga siswa belajar dengan senang hati tanpa merasa tertekan. Sehingga para siswa akan dengan mudah untuk mengembangkan pemikiran-pemikiran mereka.


Refleksi mathematics and language 4

Matematika dapat dibedakan menjadi dua, yaitu matematika murni dan pendidikan matematika. Matematikatersebut berbedakan atara yang satu dengan yang lain. Dalam matematika murni biasanya membahas tentang peran matematika, biasanya dipelajari oleh mahasiswa di universitas. Sedangkan pendidikan matematika biasanya mengarah pada metode pembelajaran yang ada di SD, SMP, SMA. Konsep yang dipakai untuk mempelajari matematika adalah dengan membangun intuisi dari dalam diri sendiri. Hal ini karena matematika adalah dirimu sendiri yang lahir dalam diri bukan karena orang lain. Dalam dunia pendidikan di SD, SMP, dan SMA di sini guru hanya sebagai fasilitator untuk membangun intuisi, tidak untuk memaksakan apa yang ada di dalam pemikiran guru.

Kamis, 21 Maret 2013


refleksi Mathematics and Language


Saya setuju dengan pendapat bapak. Matematika dan bahasa memang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Keduanya saling membutuhkan dan saling bersinergi. Dalam matematika bahasa yang dimaksud berupa simbol-simbol yang memiliki arti untuk membentuk pengertian tentang matematika itu sendiri. Namun, dalam pembelajaran di kehidupan nyata pembelajaran matematika tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya bahasa dalam penyampaiannya. Sebagai guru SD dalam pembelajaran yang palig baik menggunakan bahasa yang halus yang sesuai dengan umur siswa. Bahasa yang digunakan menggunakan bahasa Ibu. Hal ini lkarena bahasa yang digunakan dalam pembelajaran sangat berpengaruh dalam pemahaman siswa. tetapi, kita juga harus menguasai bahasa internasional ( bahasa Inggris ) agar pembelajaran di Indonesia juga dapat maju seperti di luar negeri. Dengan demikian antara bahasa dan matematika tidak dapat dipisahkan.